Muara Bulian, Batanghari – Upaya mendorong kemandirian pangan sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga dilakukan melalui pelatihan pembuatan sistem akuaponik bagi ibu-ibu anggota Dasawisma Melati Putih, RT 08, Kelurahan Rengas Condong, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 8 September 2025, dan diikuti puluhan ibu rumah tangga anggota dasawisma. Pengabdian ini dilaksanakn oleh Tim Dosen Fakultas Peternakan Universitas Jambi yang terdiri dari Riris Roiska, S.Tr. Pi., M.Sc, Lisna, S. Pi., M.Si, BS Monica Arfiana, S.Tr.Pi., M.Si, Fauzan Ramadan, S.PI., M.Si, Putinur, S.Tr. Pi., M.Tr.Pi, Rahma Dini Arbajayanti, S.Pi., M.Si, Febrina Rolin, S.Pi., M.Si, Dwinda Pangentasari, S. Pi., M. Si.
Pelatihan yang digagas oleh tim pengabdian masyarakat ini dirancang sebagai solusi nyata menghadapi berbagai permasalahan yang dialami kelompok, mulai dari keterbatasan lahan, ketergantungan pada pangan dari pasar, hingga kurangnya pengetahuan teknis budidaya. Melalui metode pelatihan, pendampingan, praktik langsung, serta diskusi interaktif, peserta diperkenalkan dengan sistem akuaponik yang menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu instalasi hemat lahan dan ramah lingkungan.


“Kegiatan ini bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membekali keterampilan praktis agar ibu-ibu Dasawisma bisa mandiri menghasilkan pangan di rumah masing-masing. Dengan begitu, mereka tidak terlalu bergantung pada pasar,” ujar salah satu anggota tim pelaksana.
Implementasi Kegiatan
Pelatihan dilaksanakan secara bertahap. Pertama, tim memberikan materi teori terkait konsep dasar akuaponik, jenis ikan dan tanaman yang sesuai, serta cara kerja sistem. Selanjutnya, peserta diajak langsung membuat instalasi akuaponik sederhana dengan memanfaatkan bahan lokal seperti drum, ember, dan pipa bekas.
Setelah praktik pembuatan, kegiatan berlanjut pada tahap pendampingan intensif. Tim membantu peserta dalam hal pemeliharaan, mulai dari pemberian pakan ikan, pengecekan kualitas air, hingga perawatan tanaman. Selain itu, diskusi interaktif juga digelar sebagai sarana bertukar pengalaman, mencari solusi atas kendala yang muncul, serta menyempurnakan keterampilan peserta.
Solusi untuk Lahan Sempit
Salah satu keunggulan yang diperkenalkan dalam pelatihan adalah desain akuaponik vertikal dan modular, yang dinilai cocok diterapkan di kawasan padat penduduk. Instalasi hemat lahan ini memungkinkan ibu rumah tangga tetap bisa membudidayakan ikan dan sayuran di pekarangan terbatas.




Hasil Nyata
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta. Rata-rata nilai pre-test sebesar 4,19 meningkat menjadi 8,43 setelah pelatihan. Antusiasme anggota juga meningkat, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan ide lanjutan yang muncul dalam sesi diskusi.
Keberhasilan pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada tahap sosialisasi saja. Dengan pendampingan berkelanjutan, sistem akuaponik dapat menjadi usaha kecil berbasis rumah tangga yang menopang ketersediaan pangan sekaligus menambah pemasukan keluarga.
“Kami sangat terbantu. Sekarang jadi tahu cara membuat dan merawat akuaponik. Mudah-mudahan bisa terus dikembangkan, bukan hanya untuk kebutuhan sendiri tapi juga bisa dijual,” ungkap salah satu anggota Dasawisma Melati Putih.
Menuju Swasembada Pangan
Program pelatihan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung swasembada pangan di tingkat keluarga dan komunitas. Selain menambah keterampilan, kegiatan juga berperan memberdayakan perempuan agar lebih produktif dan berdaya di tengah keluarga maupun masyarakat.
Dengan keberhasilan awal ini, harapannya sistem akuaponik bisa berkembang menjadi gerakan bersama, memperkuat ketahanan pangan lokal, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga di Kelurahan Rengas Condong.