Jambi, 21 November 2024. Dalam rangka mendukung pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan, tim dosen dari Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jambi melakukan kegiatan survei lapangan di kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Seberang Kota, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.

Penetapan zonasi pada kawasan konservasi dilakukan sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014. Undang-undang tersebut menyebutkan bahwa kawasan konservasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil adalah kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil dengan ciri khas tertentu yang dilindungi untuk mewujudkan pengelolaan wilayah yang berkelanjutan. Perencanaan pengelolaan kawasan konservasi harus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. Hal ini bertujuan agar kawasan konservasi tetap dapat memberikan manfaat dalam mendukung perikanan berkelanjutan serta pengembangan pariwisata bahari namun tetap terlindungi dengan baik secara ekologis.
Kegiatan survei ini berlangsung dari 16 Oktober 2024 hingga 21 November 2024., dengan tujuan untuk mengidentifikasi potensi sumber daya hayati, kondisi ekosistem perairan, serta menilai tingkat pemanfaatan kawasan konservasi oleh masyarakat pesisir setempat.
Survei dilakukan dengan metode pengambilan data biofisik (seperti kondisi mangrove, lamun, dan kualitas air), serta pendekatan sosial ekonomi melalui wawancara dengan masyarakat nelayan dan pelaku usaha perikanan di wilayah sekitar kawasan.





Hasil survei ini akan didokumentasikan dalam bentuk laporan ilmiah, peta potensi, serta usulan penguatan zonasi kawasan konservasi. Tim Universitas Jambi juga berencana untuk menyelenggarakan diskusi publik bersama pemerintah daerah dan masyarakat sebagai tindak lanjut dari temuan di lapangan.
Kawasan Konservasi Perairan Daerah Seberang Kota ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jambi sebagai upaya perlindungan dan pelestarian sumber daya perairan, termasuk habitat penting seperti kawasan mangrove dan wilayah pemijahan ikan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir di Provinsi Jambi.